Sriwijaya mengandalkan Claudiano Alves Do Santos, Thierry Gathuessi dan Keith Kayamba Gumbs di Piala AFC.
Keputusan manajemen Sriwijaya FC Palembang untuk mencoret Yong Jie Mu pada putaran kedua Superliga Indonesia berimbas pada kekuatan mereka di ajang Piala AFC.
Di Piala AFC mendatang, Sriwijaya hanya dapat mengandalkan Claudiano Alves Do Santos, Thierry Gathuessi dan Keith Kayamba Gumbs sebagai pemain asing karena pendaftaran pemain sudah tertutup sehingga pemain baru mereka, Kim Yong Hee, tidak dapat didaftarkan.
Namun Direktur Teknik dan SDM Sriwijaya, Hendri Zainuddin, menyatakan hal tersebut adalah konsekuensi dari keputusan tersebut, tetapi masih ada kemungkinan Kim Yong Hee didaftarkan di Piala AFC, yaitu apabila Sriwijaya berhasil menembus babak delapan besar.
Sriwijaya memilih untuk mencoret Yong Jie Mu dan menarik mantan pemain Persiba Kim Yong Hee agar target Laskar Jakabaring musim ini, yaitu menjuarai Superliga Indonesia, tercapai. Kim Yong Hee akan menjadi andalan baru Sriwijaya di ajang Superliga dan Piala Indonesia mendatang.
Kamis, 24 Februari 2011
Sriwijaya FC Tertarik Rekrut Kim Yong Hee
Metrotvnews.com, Palembang: Sriwijaya Football Club tertarik merekrut pemain baru, gelandang Persiba Balikpapan asal Korea Selatan Kim Yong Hee, untuk memperkuat tim pada putaran kedua Liga Super Indonesia 2010-2011 dengan status pemain pinjaman.
Menurut Direktur Teknik dan SDM PT Sriwijaya Optimis Mandiri selaku manajemen Sriwijaya FC (SFC), Hendri Zainuddin, di Palembang, Rabu (23/2), pemain itu telah didatangkan ke Palembang, Selasa (22/2) malam, untuk membicarakan kontrak kerja dengan manajemen klub.
"Kim sudah ke Palembang, tapi bukan untuk langsung tanda tangan kontrak. Dia ke Palembang untuk membicarakan sejumlah hal yang berkaitan dengan kontrak kerjanya," kata Hendri pula.
Dia menjelaskan, Kim akan direkrut SFC dengan status pemain pinjaman atau meneruskan kontrak kerja bersama Persiba Balikpapan.
"Kim dikontrak Persiba selama satu musim, artinya masih ada tersisa setengah musim lagi. Jika SFC mau mengambilnya karena Persiba bermaksud melepas, akan meneruskan kontrak kerja sebelumnya," ujar dia.
Ia menambahkan, artinya nilai kontrak kerja atau gaji Kim bersama SFC akan sama seperti saat memperkuat Persiba.
"Jika nilai kontrak kerja Kim bersama Persiba Rp1 miliar, maka SFC akan membayar Rp500 juta untuk setengah musim. Tapi, mengenai pasti nilai kontrak kerja Kim, kami tidak mau mengungkapkannya karena tidak etis," kata dia.
Hendri menjelaskan, Kim dihadirkan manajemen SFC untuk mengisi kuota pemain asing asal Asia yang diberikan PT Liga Indonesia.
Saat ini, SFC telah memiliki gelandang asal Korsel Lim Jun Sik yang dikontrak pada 16 Februari 2011, dan Yong Jie Mue (China) dikontrak sejak putaran pertama.
"Semua keputusan kami berikan kepada pelatih Ivan Kolev. Jika dia tertarik dengan Kim dan telah terjadi kesepakatan antara manajemen mengenai kontrak kerja, artinya ada pemain asing Asia lainnya (Yong Jie Mue, Red) yang harus dilepas," ujar dia lagi.
Menurut Direktur Teknik dan SDM PT Sriwijaya Optimis Mandiri selaku manajemen Sriwijaya FC (SFC), Hendri Zainuddin, di Palembang, Rabu (23/2), pemain itu telah didatangkan ke Palembang, Selasa (22/2) malam, untuk membicarakan kontrak kerja dengan manajemen klub.
"Kim sudah ke Palembang, tapi bukan untuk langsung tanda tangan kontrak. Dia ke Palembang untuk membicarakan sejumlah hal yang berkaitan dengan kontrak kerjanya," kata Hendri pula.
Dia menjelaskan, Kim akan direkrut SFC dengan status pemain pinjaman atau meneruskan kontrak kerja bersama Persiba Balikpapan.
"Kim dikontrak Persiba selama satu musim, artinya masih ada tersisa setengah musim lagi. Jika SFC mau mengambilnya karena Persiba bermaksud melepas, akan meneruskan kontrak kerja sebelumnya," ujar dia.
Ia menambahkan, artinya nilai kontrak kerja atau gaji Kim bersama SFC akan sama seperti saat memperkuat Persiba.
"Jika nilai kontrak kerja Kim bersama Persiba Rp1 miliar, maka SFC akan membayar Rp500 juta untuk setengah musim. Tapi, mengenai pasti nilai kontrak kerja Kim, kami tidak mau mengungkapkannya karena tidak etis," kata dia.
Hendri menjelaskan, Kim dihadirkan manajemen SFC untuk mengisi kuota pemain asing asal Asia yang diberikan PT Liga Indonesia.
Saat ini, SFC telah memiliki gelandang asal Korsel Lim Jun Sik yang dikontrak pada 16 Februari 2011, dan Yong Jie Mue (China) dikontrak sejak putaran pertama.
"Semua keputusan kami berikan kepada pelatih Ivan Kolev. Jika dia tertarik dengan Kim dan telah terjadi kesepakatan antara manajemen mengenai kontrak kerja, artinya ada pemain asing Asia lainnya (Yong Jie Mue, Red) yang harus dilepas," ujar dia lagi.
Garuda Muda Belum Siap Terbang Tinggi
VIVAnews - Yongki Aribowo melangkah lesu ke luar lapangan di Stadion Gelora Sriwijaya, Palembang. Untuk kedua kalinya Yongki sebagai Kapten timnas U-23 gagal membawa rekan-rekannya meraih kemenangan. Timnas U-23 kalah 1-3 dari Turkmenistan di leg pertama Pra Olimpiade, Rabu 23 Februari 2011.
Itu merupakan hasil buruk kedua buat Yongki cs setelah sebelumnya ditahan imbang Pelita Jaya 1-1 dalam latih tanding pada 5 Februari lalu. Memang hanya berselang empat hari kemudian, Indonesia bisa menebus kekalahan itu dengan melibas Hongkong U-23 4-1 di Olympic Village, Hongkong.
Laga melawan Turkmenistan merupakan pertandingan perdana timnas U-23 di ajang Pra Olimpiade 2012, ajang yang ditargetkan bisa lolos oleh BTN (Badan Tim Nasional).
Kekalahan ini tentu menambah berat beban Yongki cs. Sebab, di leg kedua yang berlangsung 9 Maret nanti di kandang Turkmenistan mereka harus bisa menang lebih dari dua gol untuk bisa melaju ke fase selanjutnya. Apa alasan Riedl untuk kekalahan kali ini?
"Kami memang mengandalkan permainan cepat melalui sayap. Namun, Turkmenistan berhasil mengatasi strategi permainan yang kami terapkan," kilah Riedl dalam jumpa pers usai pertandingan di Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, Rabu 23 Februari 2011.
"Okto beberapa kali bermain bagus. Sayap kanan kami kurang berfungsi. Dendi memang bermain bagus, tapi konsentrasinya terpecah untuk menjaga kapten Turkmenistan nomor punggung 7 (Amanov Arslanmyrat)," lanjut Riedl.
Masih Terlalu Muda
Kekalahan ini kembali mendatangkan pertanyaan, cukup siapkah pasukan muda asuhan Riedl untuk terbang tinggi di kancah internasional?
Riedl sebelumnya pernah menyatakan anak asuhnya kali ini merupakan yang termuda yang pernah dia latih. Beberapa diantaranya bahkan belum memiliki teknik yang cukup untuk masuk dalam klub profesional. Sebagian lagi malah tidak memiliki tempat di klub tempat mereka bernaung.
Maka itu Riedl mengusulkan sistem Training Camp (TC) yang memakan waktu panjang dan biaya besar. Meski dianggap sebagian besar pihak sistem ini sudah ketinggalan zaman, solusi ini menjadi jawaban bagi timnas yang kurang disokong sistem liga yang memadai.
Proses pemilihan pemain yang ikut TC dimulai sejak akhir Desember 2010 silam. Lebih dari 90 pemain dipanggil dengan seleksi yang terbagi dalam tiga tahap. Termasuk beberapa pemain berdarah asing atau pemain Indonesia yang bermain di luar negeri.
Terpilihlah 25 pemain plus satu pemain berdarah Indonesia-Belanda Ruben Wuarbanaran yang menanti prosesnya sebagai WNI selesai. Seiring berjalannya TC, pemain berdarah asing bertambah satu lagi dengan masuknya Diego Michiels. Sama seperti Ruben, Diego juga menanti paspornya sebagai WNI selesai diproses.
"Mereka ini pemain termuda yang pernah saya dan [asisten Wolfgang] Pikal latih. Jadi kami tidak berharap terlalu banyak dari mereka. Kami hanya bekerjasama dan mengembangkan mereka," ujar Riedl beberapa waktu lalu.
"Mereka punya masa depan. Banyak dari mereka akan ikut Training Camp di Austria," tambahnya.
Pengembangan yang dimaksud Riedl terlihat dalam TC selama beberapa pekan di Jakarta. Mantan pelatih Vietnam itu memberi pelatihan dasar sepakbola dalam hal passing, dribling, dan set play dasar. Hal yang seharusnya sudah diterima para pemain ini sejak masuk klub profesional.
Ketidakmatangan ini akhirnya terlihat saat timnas U-23 diuji oleh tim sekelas Turkmenistan, dengan 10 pemain yang turun di SEA Games 2010 lalu di Guangzhou, China. Mereka membawa The Green Man, julukan Turkmenistan, lolos dari penyisihan Grup dengan menekuk Vietnam dan menahan imbang Bahrain.
Kekuatan ini akhirnya menumbangkan Indonesia 1-3 di Stadion Gelora Sriwijaya, Rabu malam. Sekaligus menambah keunggulan Turkmenistan dalam rekor pertemuan dengan Indonesia. Di dua pertemuan sebelumnya, Indonesia kalah sekali dan menang sekali atas Turkmenistan. Keduanya di ajang Pra Piala Dunia 2006.
"Tim bermain dengan bagus. Saya tidak ingin menyalahkan pemain saya. Hasil ini memang tidak bagus di kandang, tapi saya tetap memuji keinginan keras pemain saya," kata Riedl.
Kini, tugas Riedl untuk membenahi pasukan mudanya jelang leg kedua melawan Turkmenistan pada 9 Maret nanti. Jika kalah lagi, maka langkah Yongki cs sudah kandas dan tinggal mengharapkan prestasi di SEA Games pada November 2011 nanti.
• VIVAnews
Itu merupakan hasil buruk kedua buat Yongki cs setelah sebelumnya ditahan imbang Pelita Jaya 1-1 dalam latih tanding pada 5 Februari lalu. Memang hanya berselang empat hari kemudian, Indonesia bisa menebus kekalahan itu dengan melibas Hongkong U-23 4-1 di Olympic Village, Hongkong.
Laga melawan Turkmenistan merupakan pertandingan perdana timnas U-23 di ajang Pra Olimpiade 2012, ajang yang ditargetkan bisa lolos oleh BTN (Badan Tim Nasional).
Kekalahan ini tentu menambah berat beban Yongki cs. Sebab, di leg kedua yang berlangsung 9 Maret nanti di kandang Turkmenistan mereka harus bisa menang lebih dari dua gol untuk bisa melaju ke fase selanjutnya. Apa alasan Riedl untuk kekalahan kali ini?
"Kami memang mengandalkan permainan cepat melalui sayap. Namun, Turkmenistan berhasil mengatasi strategi permainan yang kami terapkan," kilah Riedl dalam jumpa pers usai pertandingan di Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, Rabu 23 Februari 2011.
"Okto beberapa kali bermain bagus. Sayap kanan kami kurang berfungsi. Dendi memang bermain bagus, tapi konsentrasinya terpecah untuk menjaga kapten Turkmenistan nomor punggung 7 (Amanov Arslanmyrat)," lanjut Riedl.
Masih Terlalu Muda
Kekalahan ini kembali mendatangkan pertanyaan, cukup siapkah pasukan muda asuhan Riedl untuk terbang tinggi di kancah internasional?
Riedl sebelumnya pernah menyatakan anak asuhnya kali ini merupakan yang termuda yang pernah dia latih. Beberapa diantaranya bahkan belum memiliki teknik yang cukup untuk masuk dalam klub profesional. Sebagian lagi malah tidak memiliki tempat di klub tempat mereka bernaung.
Maka itu Riedl mengusulkan sistem Training Camp (TC) yang memakan waktu panjang dan biaya besar. Meski dianggap sebagian besar pihak sistem ini sudah ketinggalan zaman, solusi ini menjadi jawaban bagi timnas yang kurang disokong sistem liga yang memadai.
Proses pemilihan pemain yang ikut TC dimulai sejak akhir Desember 2010 silam. Lebih dari 90 pemain dipanggil dengan seleksi yang terbagi dalam tiga tahap. Termasuk beberapa pemain berdarah asing atau pemain Indonesia yang bermain di luar negeri.
Terpilihlah 25 pemain plus satu pemain berdarah Indonesia-Belanda Ruben Wuarbanaran yang menanti prosesnya sebagai WNI selesai. Seiring berjalannya TC, pemain berdarah asing bertambah satu lagi dengan masuknya Diego Michiels. Sama seperti Ruben, Diego juga menanti paspornya sebagai WNI selesai diproses.
"Mereka ini pemain termuda yang pernah saya dan [asisten Wolfgang] Pikal latih. Jadi kami tidak berharap terlalu banyak dari mereka. Kami hanya bekerjasama dan mengembangkan mereka," ujar Riedl beberapa waktu lalu.
"Mereka punya masa depan. Banyak dari mereka akan ikut Training Camp di Austria," tambahnya.
Pengembangan yang dimaksud Riedl terlihat dalam TC selama beberapa pekan di Jakarta. Mantan pelatih Vietnam itu memberi pelatihan dasar sepakbola dalam hal passing, dribling, dan set play dasar. Hal yang seharusnya sudah diterima para pemain ini sejak masuk klub profesional.
Ketidakmatangan ini akhirnya terlihat saat timnas U-23 diuji oleh tim sekelas Turkmenistan, dengan 10 pemain yang turun di SEA Games 2010 lalu di Guangzhou, China. Mereka membawa The Green Man, julukan Turkmenistan, lolos dari penyisihan Grup dengan menekuk Vietnam dan menahan imbang Bahrain.
Kekuatan ini akhirnya menumbangkan Indonesia 1-3 di Stadion Gelora Sriwijaya, Rabu malam. Sekaligus menambah keunggulan Turkmenistan dalam rekor pertemuan dengan Indonesia. Di dua pertemuan sebelumnya, Indonesia kalah sekali dan menang sekali atas Turkmenistan. Keduanya di ajang Pra Piala Dunia 2006.
"Tim bermain dengan bagus. Saya tidak ingin menyalahkan pemain saya. Hasil ini memang tidak bagus di kandang, tapi saya tetap memuji keinginan keras pemain saya," kata Riedl.
Kini, tugas Riedl untuk membenahi pasukan mudanya jelang leg kedua melawan Turkmenistan pada 9 Maret nanti. Jika kalah lagi, maka langkah Yongki cs sudah kandas dan tinggal mengharapkan prestasi di SEA Games pada November 2011 nanti.
• VIVAnews
Sriwijaya Lolos Ke Final Play-Off Grup Timur
Ahmad Jufriyanto tampil sebagai pahlawan usai menjebol gawang Kawin Thamsatchanan.
Oleh Donny Afroni
12 Feb 2011 18:47:00
Sriwijaya FC lolos ke final play-off Grup Timur Liga Champions Asia setelah memetik kemenangan 7-6 melawan wakil Thailand Muang Thong United melalui drama adu penalti di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, Sabtu [12/2].
Dengan kemenangan ini, Sriwijaya telah melewati rintangan pertama dalam keikutsertaan mereka di Liga Champions. Pada final Grup Timur, Sriwijaya FC akan menghadapi klub Uni Emirat Arab Al-Ain di Stadion Gelora Sriwijaya pada 19 Februari.
Bila mampu menyingkirkan Al-Ain, Sriwijaya FC akan masuk ke fase grup. Laskar Wong Kito bakal tampil di Grup F yang terdiri dari FC Seoul [Korsel], Hangzhou Greentown [Cina] dan Nagoya Grampus [Jepang].
Kendati tampil di hadapan pendukungnya sendiri, Sriwijaya FC justru mendapat tekanan hebat dari tim tamu. Muang Thong langsung menerapkan permainan menyerang untuk menjebol gawang tuan rumah.
Sriwijaya FC mencoba untuk mengimbangi permainan tim tamu, dan memberikan perlawanan sengit. Walau kedua tim memperoleh peluang, tak ada satu pun gol yang tercipta sepanjang babak pertama.
Di babak kedua, permainan Sriwijaya lebih baik dibandingkan sebelumnya. Hasilnya, tiga menit laga berjalan, publik tuan rumah bersorak kegirangan setelah tendangan bebas Keith Kayamba Gumbs gagal dibendung kiper Kawin Thamsatchanan.
Unggul satu gol membuat Sriwijaya FC di atas angin. Namun tim besutan Ivan Kolev ini lengah. Pada menit ke-81, Muang Thong berhasil menyamakan kedudukan melalui tendangan bebas Datsakorn Thunglao yang merobek jala Fery Rotinsulu.
Sriwijaya mendapat keuntungan ketika Muang Thong harus bermain dengan sepuluh orang setelah Panupong Wongsa diganjar kartu kuning keduanya menjelang laga 90 menit berakhir. Karena kedudukan imbang, pertandingan pun dilanjutkan melalui perpanjangan waktu.
Tapi Sriwijaya gagal memanfaatkan keuntungan jumlah pemain di perpanjangan waktu ini. Ketika pertandingan berlangsung tiga menit, Muang Thong justru unggul lebih dulu melalui gol Teerasil Dangda.
Tertinggal dari tamunya, Sriwijaya FC mencoba bangkit menyerang. Hasilnya, setelah menerima umpan matang dari Budi Sudarsono, tandukan Thierry Gathussi menjebol gawang Muang Thong. Skor ini bertahan hingga perpanjangan waktu berakhir, dan laga diselesaikan melalui adu penalti.
Dalam adu penalti ini, tiga eksekutor Muang Thong, Dagno Siaka, Christian Kouakou, dan Weerawut Kayem gagal menjalankan tugasnya. Begitu juga dengan dua legiun asing Sriwijaya, Claudiano Alves dan Thierry. Ahmad Jufriyanto yang menjadi eksekutor ketujuh menyelesaikan tugasnya dengan baik, sekaligus mengantarkan Sriwijaya FC ke final play-off Grup Timur.
sumber:goal.com/id-id
Oleh Donny Afroni
12 Feb 2011 18:47:00
Sriwijaya FC lolos ke final play-off Grup Timur Liga Champions Asia setelah memetik kemenangan 7-6 melawan wakil Thailand Muang Thong United melalui drama adu penalti di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, Sabtu [12/2].
Dengan kemenangan ini, Sriwijaya telah melewati rintangan pertama dalam keikutsertaan mereka di Liga Champions. Pada final Grup Timur, Sriwijaya FC akan menghadapi klub Uni Emirat Arab Al-Ain di Stadion Gelora Sriwijaya pada 19 Februari.
Bila mampu menyingkirkan Al-Ain, Sriwijaya FC akan masuk ke fase grup. Laskar Wong Kito bakal tampil di Grup F yang terdiri dari FC Seoul [Korsel], Hangzhou Greentown [Cina] dan Nagoya Grampus [Jepang].
Kendati tampil di hadapan pendukungnya sendiri, Sriwijaya FC justru mendapat tekanan hebat dari tim tamu. Muang Thong langsung menerapkan permainan menyerang untuk menjebol gawang tuan rumah.
Sriwijaya FC mencoba untuk mengimbangi permainan tim tamu, dan memberikan perlawanan sengit. Walau kedua tim memperoleh peluang, tak ada satu pun gol yang tercipta sepanjang babak pertama.
Di babak kedua, permainan Sriwijaya lebih baik dibandingkan sebelumnya. Hasilnya, tiga menit laga berjalan, publik tuan rumah bersorak kegirangan setelah tendangan bebas Keith Kayamba Gumbs gagal dibendung kiper Kawin Thamsatchanan.
Unggul satu gol membuat Sriwijaya FC di atas angin. Namun tim besutan Ivan Kolev ini lengah. Pada menit ke-81, Muang Thong berhasil menyamakan kedudukan melalui tendangan bebas Datsakorn Thunglao yang merobek jala Fery Rotinsulu.
Sriwijaya mendapat keuntungan ketika Muang Thong harus bermain dengan sepuluh orang setelah Panupong Wongsa diganjar kartu kuning keduanya menjelang laga 90 menit berakhir. Karena kedudukan imbang, pertandingan pun dilanjutkan melalui perpanjangan waktu.
Tapi Sriwijaya gagal memanfaatkan keuntungan jumlah pemain di perpanjangan waktu ini. Ketika pertandingan berlangsung tiga menit, Muang Thong justru unggul lebih dulu melalui gol Teerasil Dangda.
Tertinggal dari tamunya, Sriwijaya FC mencoba bangkit menyerang. Hasilnya, setelah menerima umpan matang dari Budi Sudarsono, tandukan Thierry Gathussi menjebol gawang Muang Thong. Skor ini bertahan hingga perpanjangan waktu berakhir, dan laga diselesaikan melalui adu penalti.
Dalam adu penalti ini, tiga eksekutor Muang Thong, Dagno Siaka, Christian Kouakou, dan Weerawut Kayem gagal menjalankan tugasnya. Begitu juga dengan dua legiun asing Sriwijaya, Claudiano Alves dan Thierry. Ahmad Jufriyanto yang menjadi eksekutor ketujuh menyelesaikan tugasnya dengan baik, sekaligus mengantarkan Sriwijaya FC ke final play-off Grup Timur.
sumber:goal.com/id-id
Jadwal
» Jadwal
Tanggal Hari Kandang Tandang Kompetisi Skor Skor
29 Sep 2010 Rabu Deltras Sriwijaya FC ISL 3 1
02 Okt 2010 Sabtu Persela Sriwijaya FC ISL 1 0
21 Okt 2010 Kamis Sriwijaya Fc PERSIBA ISL 2 1
30 Okt 2010 Sabtu PSPS Sriwijaya Fc ISL 0 1
03 Nov 2010 Rabu Persija Sriwijaya Fc ISL 0 0
12 Jan 2011 Minggu Sriwijaya Fc PERSIB ISL 4 1
16 Jan 2011 Minggu Persisam Sriwijaya Fc ISL 4 1
19 Jan 2011 Rabu Bontang Fc Sriwijaya Fc ISL 2 3
26 Jan 2011 Rabu Sriwijaya Fc Arema ISL 1 1
30 Jan 2011 Minggu Persipura Sriwijaya Fc ISL 3 2
02 Feb 2011 Rabu Persiwa Sriwijaya Fc ISL 2 0
06 Feb 2011 Minggu Sriwijaya Fc Semen Padang ISL 5 0
09 Feb 2011 Rabu Sriwijaya Fc Pelita Jaya ISL 2 1
12 Feb 2011 Sabtu Sriwijaya FC MUANG THONG U. P.Off LCA 9 8
16 Feb 2011 Rabu Sriwijaya FC Persijap ISL 2 0
19 Feb 2011 Sabtu Sriwijaya FC E-1-AL AIN (UAE) P.Off LCA 0 4
01 Mar 2011 Selasa Sriwijaya FC V.B(MDN) AFC CUP 0 0
07 Mar 2011 Senin Semen Padang Sriwijaya Fc ISL Ptr II 0 0
11 Mar 2011 Kamis Pelita Jaya Sriwijaya Fc ISL Ptr II 0 0
15 Mar 2011 Selasa TSW Pegasus(HKG) Sriwijaya FC AFC CUP 0 0
20 Mar 2011 Minggu Sriwijaya Fc Persipura ISL Ptr II 0 0
23 Mar 2011 Rabu Sriwijaya Fc Persiwa ISL Ptr II 0 0
27 Mar 2011 Minggu Arema Sriwijaya Fc ISL Ptr II 0 0
02 Apr 2011 Sabtu Sriwijaya Fc Persisam ISL Ptr II 0 0
05 Apr 2011 Selasa Sriwijaya Fc Bontang Fc ISL Ptr II 0 0
08 Apr 2011 Jumat Persib Sriwijaya Fc ISL Ptr II 0 0
13 Apr 2011 Rabu Sriwijaya FC SONG LAM N.A. AFC CUP 0 0
17 Apr 2011 Minggu Persijap Sriwijaya Fc ISL Ptr II 0 0
26 Apr 2011 Selasa SONG LAM N.A. Sriwijaya FC AFC CUP 0 0
04 Mei 2011 Rabu V.B. (MDV) Sriwijaya FC AFC CUP 0 0
11 Mei 2011 Rabu Sriwijaya FC TSW Pegasus(HKG) AFC CUP 0 0
15 Mei 2011 Minggu Sriwijaya Fc PSPS ISL Ptr II 0 0
19 Mei 2011 Kamis Sriwijaya Fc Persija ISL Ptr II 0 0
01 Jun 2011 Rabu PSM Sriwijaya Fc ISL Ptr II 0 0
04 Jun 2011 Sabtu Persiba Sriwijaya Fc ISL Ptr II 0 0
15 Jun 2011 Rabu Sriwijaya Fc Deltras ISL Ptr II 0 0
19 Jun 2011 Minggu Sriwijaya Fc Persela ISL Ptr II 0 0
Tanggal Hari Kandang Tandang Kompetisi Skor Skor
29 Sep 2010 Rabu Deltras Sriwijaya FC ISL 3 1
02 Okt 2010 Sabtu Persela Sriwijaya FC ISL 1 0
21 Okt 2010 Kamis Sriwijaya Fc PERSIBA ISL 2 1
30 Okt 2010 Sabtu PSPS Sriwijaya Fc ISL 0 1
03 Nov 2010 Rabu Persija Sriwijaya Fc ISL 0 0
12 Jan 2011 Minggu Sriwijaya Fc PERSIB ISL 4 1
16 Jan 2011 Minggu Persisam Sriwijaya Fc ISL 4 1
19 Jan 2011 Rabu Bontang Fc Sriwijaya Fc ISL 2 3
26 Jan 2011 Rabu Sriwijaya Fc Arema ISL 1 1
30 Jan 2011 Minggu Persipura Sriwijaya Fc ISL 3 2
02 Feb 2011 Rabu Persiwa Sriwijaya Fc ISL 2 0
06 Feb 2011 Minggu Sriwijaya Fc Semen Padang ISL 5 0
09 Feb 2011 Rabu Sriwijaya Fc Pelita Jaya ISL 2 1
12 Feb 2011 Sabtu Sriwijaya FC MUANG THONG U. P.Off LCA 9 8
16 Feb 2011 Rabu Sriwijaya FC Persijap ISL 2 0
19 Feb 2011 Sabtu Sriwijaya FC E-1-AL AIN (UAE) P.Off LCA 0 4
01 Mar 2011 Selasa Sriwijaya FC V.B(MDN) AFC CUP 0 0
07 Mar 2011 Senin Semen Padang Sriwijaya Fc ISL Ptr II 0 0
11 Mar 2011 Kamis Pelita Jaya Sriwijaya Fc ISL Ptr II 0 0
15 Mar 2011 Selasa TSW Pegasus(HKG) Sriwijaya FC AFC CUP 0 0
20 Mar 2011 Minggu Sriwijaya Fc Persipura ISL Ptr II 0 0
23 Mar 2011 Rabu Sriwijaya Fc Persiwa ISL Ptr II 0 0
27 Mar 2011 Minggu Arema Sriwijaya Fc ISL Ptr II 0 0
02 Apr 2011 Sabtu Sriwijaya Fc Persisam ISL Ptr II 0 0
05 Apr 2011 Selasa Sriwijaya Fc Bontang Fc ISL Ptr II 0 0
08 Apr 2011 Jumat Persib Sriwijaya Fc ISL Ptr II 0 0
13 Apr 2011 Rabu Sriwijaya FC SONG LAM N.A. AFC CUP 0 0
17 Apr 2011 Minggu Persijap Sriwijaya Fc ISL Ptr II 0 0
26 Apr 2011 Selasa SONG LAM N.A. Sriwijaya FC AFC CUP 0 0
04 Mei 2011 Rabu V.B. (MDV) Sriwijaya FC AFC CUP 0 0
11 Mei 2011 Rabu Sriwijaya FC TSW Pegasus(HKG) AFC CUP 0 0
15 Mei 2011 Minggu Sriwijaya Fc PSPS ISL Ptr II 0 0
19 Mei 2011 Kamis Sriwijaya Fc Persija ISL Ptr II 0 0
01 Jun 2011 Rabu PSM Sriwijaya Fc ISL Ptr II 0 0
04 Jun 2011 Sabtu Persiba Sriwijaya Fc ISL Ptr II 0 0
15 Jun 2011 Rabu Sriwijaya Fc Deltras ISL Ptr II 0 0
19 Jun 2011 Minggu Sriwijaya Fc Persela ISL Ptr II 0 0
Rabu, 23 Februari 2011
Patok Big Four
Setelah gagal menembus Liga Champion Asia dan kembali berlaga di AFC Cup tak membuat Sriwijaya FC patah arang. Tim berjuluk Laskar Wong Kito itu, justru punya misi besar pada kompetisi antar klub kasta kedua di kawasan Asia tersebut.
Tak tangung-tangung Presiden Sriwijaya FC H Dodi Reza Alex menargetkan pada Farry Rotinsulu dkk masuk big four atau semi final. Target tersebut terbilang tinggi mengingat pada musim lalu mereka hanya mampu lolos sampai 16 besar. ”Kami telah belajar banyak dari musim sebelumya. Mudah-mudahan tahun ini bisa mendapat prestasi lebih baik lagi,” kata pria yang kini lebih akrab disapa DRA itu kemarin, ( 20/2).
Ya, pada musim 2009 tim yang berhome base di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring itu, hanya sebatas penyisihan grup LCA. Di musim 2010 mereka gagal menembus LCA lantaran kalah 0-3 dari Singapore Armed Forces FC Warriors (Singapura) pada playoff dan terlempar di AFC Cup.
Namun, tim Bumi Sriwijaya justru berhasil di AFC Cup. Mereka mampu menembus babak 16 besar sebelum dikalahkan Thai Port 1-4 di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (12/5) lalu. ”Tahun pertama kami di AFC Cup berhasil menembus babak 16 besar. Dengan begitu bukan suatu hal yang mustahil bila pada tahun kedua kami bisa menembus semi final,” tambah dia.
Untuk memuluskan ambisinya Anggota DPR RI itu, tidak main-main. Dia berencana untuk mendatangkan sederetan pemain bintang dan menambahkan pemain asing yang benar-benar berkualitas. “Kami sudah gengam nama-nama pemain tersebut. Nanti kalau sudah resmi baru kami umumkan ke masyarakat lewat media,” tambah putra sulung Gubernur Sumsel H Alex Noerdin itu.
Belekangan ini, sederetan bintang tim nasional (timnas) sudah masuk radar manajemen Sriwijaya FC. Diantaranya duo Persib Bandung Eka Ramdani dan Siswanto, serta Titus Bonay dari Bontang FC. Selain itu juga ada nama-nama pemain asing asal Asia diantaranya De Jong dari Filipina. “Dengan tambahan tiga sampai empat pemain berkualitas kami optimis Sriwijaya bisa meraih prestasi lebih baik ditingkat internasional,” tandas dia. (mg42)
Sumber:sumeks.co.id
Tak tangung-tangung Presiden Sriwijaya FC H Dodi Reza Alex menargetkan pada Farry Rotinsulu dkk masuk big four atau semi final. Target tersebut terbilang tinggi mengingat pada musim lalu mereka hanya mampu lolos sampai 16 besar. ”Kami telah belajar banyak dari musim sebelumya. Mudah-mudahan tahun ini bisa mendapat prestasi lebih baik lagi,” kata pria yang kini lebih akrab disapa DRA itu kemarin, ( 20/2).
Ya, pada musim 2009 tim yang berhome base di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring itu, hanya sebatas penyisihan grup LCA. Di musim 2010 mereka gagal menembus LCA lantaran kalah 0-3 dari Singapore Armed Forces FC Warriors (Singapura) pada playoff dan terlempar di AFC Cup.
Namun, tim Bumi Sriwijaya justru berhasil di AFC Cup. Mereka mampu menembus babak 16 besar sebelum dikalahkan Thai Port 1-4 di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (12/5) lalu. ”Tahun pertama kami di AFC Cup berhasil menembus babak 16 besar. Dengan begitu bukan suatu hal yang mustahil bila pada tahun kedua kami bisa menembus semi final,” tambah dia.
Untuk memuluskan ambisinya Anggota DPR RI itu, tidak main-main. Dia berencana untuk mendatangkan sederetan pemain bintang dan menambahkan pemain asing yang benar-benar berkualitas. “Kami sudah gengam nama-nama pemain tersebut. Nanti kalau sudah resmi baru kami umumkan ke masyarakat lewat media,” tambah putra sulung Gubernur Sumsel H Alex Noerdin itu.
Belekangan ini, sederetan bintang tim nasional (timnas) sudah masuk radar manajemen Sriwijaya FC. Diantaranya duo Persib Bandung Eka Ramdani dan Siswanto, serta Titus Bonay dari Bontang FC. Selain itu juga ada nama-nama pemain asing asal Asia diantaranya De Jong dari Filipina. “Dengan tambahan tiga sampai empat pemain berkualitas kami optimis Sriwijaya bisa meraih prestasi lebih baik ditingkat internasional,” tandas dia. (mg42)
Sumber:sumeks.co.id
Tiket Indonesia Vs Turkmenistan Terjual 50%
Tiket Indonesia Vs Turkmenistan Terjual 50%
Panitia lokal (LOC) mencetak 20.100 tiket untuk pertandingan di Stadion Gelora Sriwijaya.
Rabu, 23 Februari 2011, 10:11 WIB
Edwan Ruriansyah, Haryanto Tri Wibowo Stadion Gelora Sriwijaya, Jakabaring, Palembang (wiki)
BERITA TERKAIT

Edi menegaskan pihak panitia lokal (LOC) mencetak 20.100 tiket untuk pertandingan besok, Rabu 23 Februari 2011, yang berlangsung di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang.
Jumlah tiket tersebut terancam tidak akan habis menyusul rencana kelompok suporter Sriwijaya FC, Singa Mania memboikot laga. Ketua Singa Mania, Dedi Pranata, menegaskan pihaknya akan menggelar aksi damai di luar stadion saat pertandingan berlangsung sebagai bentuk protes terhadap Nurdin Halid.
Edi yang ditemui usai jumpa pers jelang pertandingan di Hotel Aryaduta, Palembang, Selasa 22 Februari 2011, menegaskan diri tetap optimistis tiket yang disediakan panitia akan laku terjual.
"Target penjualan kami adalah habis. Karena menurut saya hal-hal yang menyangkut tim Merah Putih selalu mendapat sambutan dari masyarakat," ujar Edi.
Edi kemudian menegaskan hingga kemarin siang, Selasa 22 Februari 2011, tiket sudah terjual 50 persen. "Penjualan tiket dilakukan Pengprov Sumatera Selatan. Dan data terakhir sudah 10 ribu tiket yang dipesan," ujar Edi.
Untuk harga, tiket laga timnas Garuda muda terbilang sangat terjangkau. Untuk kelas VVIP dijual Rp75 ribu, Tribun Barat Rp50 ribu, Tribun Timur Rp35 ribu, Utara dan Selatan Rp25 ribu.
• VIVAnews
Langganan:
Postingan (Atom)